Minggu, 17 April 2011

Illuminati--- Sang Dajjal a.k.a Anti Christ

Berawal dari sebuah Hadis riwayat Anas bin Malik ra.

"Rasulullah saw. bersabda: Tidak seorang nabi kecuali ia telah memperingatkan kaumnya terhadap sang pendusta yang buta sebelah mata"

. Ketahuilah bahwa Dajjal itu buta sebelah matanya sedangkan Tuhanmu tidak buta sebelah mata dan di antara kedua matanya tertulis “kaaf”, “faa”, “raa”"


maka saya mulai mencari tahu tentang sebuah gerakan pemuja setan bernama ILLUMINATI. Ini adalah sebuah organisasi rahasia yang sesungguhnya telah mengatur segala kehidupan didunia ini. Apa yang kita lihat,apa yang kita baca, apa yang kita dengar, apa yang kita makan dan apa yang terjadi didunia ini telah diatur oleh mereka.
Saya mulai dari lambang mereka yang tertulis di uang 1 dollar.

tuhan bermata 1 disebelah kiri, dan lambang bintang david disebelah kanan


gambar piramida bermata satu itulah simbol dari gerakan ini... All seeing eyed... mata yang bisa melihat segalanya, itulah tuhan mereka. TUHAN yang bermata SATU.


Kemudian ditambah dengan sebuah pasukan khusus milik Israel yang bernama "brigade Kfir"

sebuah pesawat milik brigade Kfir

Maka lengkaplah perumpamaan hadist di atas. Tuhan yang bermata satu, dan bertuliskan “kaaf”, “faa”, “raa” (Kafir).



Pencarian saya lanjutkan ke acara2 TV yang sering kita tonton, bahkan menjadi acara favorit dari anak2 kita...



Sponge Bob...!!!


Kura-kura ninja

Monster Inc.

serial "South Park"

Goofy Walt Disney

Lord Of The Rings

Apa yang kita minum...
Coca Cola

Pepsi Cola

dan masih banyak lagi yang lainnya... bahkan logo Trans TV-pun konon diadopsi dari lambang Fremansonry


Semoga apa yang saya tulis disini membawa kebaikan buat kita semua. dan yang paling penting, anak-anak itu laksana secarik kertas putih. Jika yang ditonton adalah acara-acara produksi "Tuhan bermata SATU (Dajjal), maka dengan otomatis akan terdoktrin pola pikir yang berusaha ditanamkan dari acara-acara tersebut. Marilah kita eleminir Televisi sedini mungkin...

Wallahu'alam bishowab...
Safril A. Kurniawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar